Responsive Ads Here

Thursday, March 27, 2014

Rezeki - Berkah atau musibah ?

Sesungguhnya Allah telah telah berjanji bahwa DIA akan mencukupkan rezeki manusia. Berusaha adalah hal yang wajib dilakukan. Meskipun demikian, janganlah kita menyangka bahwa apa yang diusahakan akan mendapatkan hasil karena Allah seringkali memberikan rezeki kepada manusia dari yang TIDAK DIDUGA, bukan dari apa yang sudah diusahakan.

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah[21], niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya[22]. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (at-Thalaq : ayat 3)

Rasa syukur kepada Allah akan membuat rezeki yang kita dapatkan akan menjadi berkah dan bertambah banyak serta dijauhkan dari hal-hal yang buruk. Seringkali manusia yang memiliki harta yang banyak malah mendapatkan banyak kesusahan. Hal tersebut sudah diperingatkan Allah dalam Alqur'an.

"Ketahuilah Sesungguhnya Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahi nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat keras." (Ibrahim : 7)

Telah dicontohkan dalam sejarah seorang Qarun yang tidak mau membayar zakat dan begitu sombongnya, dimana dia merasa bahwa harta yang dia dapatkan dari kerja kerasnya BUKANLAH karena Allah.

"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku" (QS. al-Qashash: 78)

Karena kesombongan Qarun, akhirnya masuk ke dalam perut bumi bersama hartanya (sebagaimana dikisahkan dalam Surat al-Qashash).

"Tetapi mereka telah mendustakan ( tidak patuh kepada hukum Islam), maka kami ambil dari mereka apa-apa yang telah mereka usahakan." (Al-A'raf : 96)

Sadarlah kita manusia bahwa Allah yang memberikan Rezeki. Zakat yang wajib diberikan dari harta atau rezeki adalah sebuah tanda kesyukuran kepada Allah dimana zakat tersebut dapat memberikan manfaat kepada manusia lain (miskin, yatim piatu dan lalinnya sesuai aturan Islam)

"Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang bertakwa." (Thahaa : 132)

Dalam dalil lain disebutkan bahwa dengan bertaubat kepada Allah, juga DAPAT MELAPANGKAN rezeki. Dan menikah juga salah satu cara yang akan membuka pintu rezeki bagi yang melakukannya dengan cara yang sesuai syari'at islam.

"Dan (nabi hud berkata kepada kaumnya): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa(Huud : 52)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang[1] di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah)[2] dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya[3]. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An-Nur : 32)

Sesungguhnya Allah berkehendak terhadap rezeki manusia. DIA dapat meluaskan atau sebaliknya, menyempitkan rezeki manusia. Maka cara bersyukur dari semua harta yang dimiliki adalah dengan menafkahi siapapun yang menjadi tanggungan kita (istri, anak dan saudara lannya) dan berzakat/berinfaq kepada fakir miskin, yatim piatu dan lainnya.

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.". (Saba' : 39)

"(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya kerana memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui." (Al -Baqarah : 273)

Dalam kegiatan zakat dan infaq, lakukanlah dengan niat baik karena Allah karena sesungguhnya apa yang dikeluarkan bukan karena niat lain selain Allah.

"dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperolehi (balasan) yang lebih banyak." (Al Muddatsir : 6)

Demikian topik pengajian pada minggu ini. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua.


Wassalam

No comments:

Post a Comment