Responsive Ads Here

Wednesday, May 28, 2014

Islam - Iman - Ihsan : part 1

Jika ingin mengenal diri lebih baik, maka hal utama yang harus kita ketahui adalah apa JALAN yang sudah dipilih untuk berkomunikasi dengan pencipta diri atau yang sering disebut TUHAN. Karena hanya DIA yang dapat membuka rahasia diri kita masing-masing. Dalam hal ini, Pembahasan yang akan diuraikan adalah dalam perspektif agama Islam.

Mari kita simak uraian hikayat berikut : 
Agama itu (dalam hal ini Islam, agama yang diridhoi Allah) meliputi 3 tingkatan 
Suatu hari Nabi Muhammad SAW didatangi seorang lelaki yang tidak dikenali oleh para sahabat (adalah malaikat Jibril dalam wujud manusia) . Lelaki tersebut menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun pergi meninggalkan mereka. Dalam kesempatan lain, Rasulullah bertanya kepada sahabat Umar bin Khattab, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?” Maka Umar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih tahu”. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya dia itu adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim).

Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah mengatakan: Di dalam hadits ini terdapat dalil bahwasanya Iman, Islam dan Ihsan semuanya diberi nama ad din/agama (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 23). Jadi agama Islam yang kita anut ini mencakup 3 tingkatan; Islam, Iman dan Ihsan.

Tingkatan Islam : pelajaran yang meliputi rukun islamDi dalam hadits tersebut, ketika nabi Muhammad ditanya tentang Islam beliau menjawab, “Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang haq) selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, engkau dirikan sholat, tunaikan zakat, berpuasa ramadhan dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu untuk menempuh perjalanan ke sana”.

Kesimpulannya adalah tingkatan Islam membahas/mempelajari amalan-amalan lahiriah yang meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.
Tingkatan Iman : pelajaran yang meliputi rukun iman
Selanjutnya Nabi ditanya mengenai iman. Beliau bersabda, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk”.

Jadi dalam tingkatan Iman adalah bahasan / pelajaran yang mencakup perkara-perkara batiniyah (hal yang berkaitan dengan hati). 
Tingkatan Ihsan
Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”.

Dalam tingkatan ini, adalah suatu fase yang cukup rumit dimana pelajaran pada tingkatan ini HANYA didapatkan oleh segelintir orang. Karena apa yang mencakup tingkatan ihsan adalah dimana manusia telah melewati pelajaran Islam dan iman serta mengalami sebuah perjalanan RUHANIAH dengan cara yang beragam, dimana hal tersebut dapat ditandai dengan sebuah perasaan yang tidak mudah digambarkan dengan kata-kata.

Muslim, Mu’min dan Muhsin
Berdasarkan uraian diatas, para ulama muhaqqiq/peneliti menyatakan bahwa setiap mu’min pastilah muslim, karena orang yang telah mempelajari dan melaksanakan pelajaran pada tingkatan iman tetunya sudah terbiasa melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir.

Tapi tidak sebaliknya, setiap muslim itu belum tentu mu’min, karena pelajaran pada tingkatan iman, kuat pengaruhnya dengan hidayah dari Allah SWT.

Allah berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu mengatakan ‘Kami telah beriman’. Katakanlah ‘Kalian belumlah beriman tapi hendaklah kalian mengatakan: ‘Kami telah berislam’.” (Al Hujuroot: 14).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Dalam Agama (Islam), ada 3 tingkatan / level. Tingkatan pertama yaitu islam, lalu meningkat ke tingkatan kedua yaitu iman, kemudian tingkatan tertinggi, yaitu ihsan (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 64)

Bersambung ........part 2

No comments:

Post a Comment