Responsive Ads Here

Wednesday, January 17, 2018

Demi Masa dan Zikrulloh

Assalamu'alaikum  Warahamtullohi Wabarakatuh.
Evening Discussion :  5 januari 2018 

DEMI MASA -  ZIKRULLOH  

Surah Al ‘Ashr (Masa ) 
Surah ke-103. 3 ayat. Makkiyyah
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Terjemah Surat Al ‘Ashr Ayat 1-3
1. Demi masa[1].
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Berdasarkan firman Allah swt  di  atas, dapat kita  ketahui bahwa Allah dengan  sengaja bersumpah " demi masa " dan adapun pengertian masa itu secara umum kita ketahui adalah waktu . Dan di dalam waktu  itu  sendiri terdiri dari ada yang namanya tahun, bulan, minggu, hari dan juga kita ketahui adanya jam menit dan detik  bahkan ada milidetik. 
Kalu kita perhatikan jarum terpanjang yaitu detik sebenarnya itu adalah gambaran rahasia atau hakikat dari wal ashri, tapi sungguh jarang sekali orang memperhatikannya dan mencari tahu apa makna di balik komponen waktu tersebut, khususnya DETIK. Padahal makna tersirat pada detik itu adalah" zikrullah  " satu detik pada jam hampir sama dengan satu denyutan jantung normal . Tapi mungkin barang kali terlalu banyak manusia yang sepele tidak mau tahu , padahal detik dan denyutan jantung tersebut ada melekat pada diri manusia itu, hendaknya ini menjadi  pemikiran  dan menjadi bahan renungan bagi kita sebagai hamba Allah. 
Dan siapa saja pun di antara manusia yang tahu, paham dan mengamalkan makna tersirat dalam surat wal ashri maka dia akan selamat. 
Pada ayat lain, surat al haj ayat 14, Allah menyatakan  bahwa : 
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Hubungannya dengan wal ashri adalah bahwasanya Allah telah mengatur segala galanya. Allah itu tidak hanya meletakkan kebaikan kebaikan saja tapi Allah juga meletakkan kebalikannya atau yang bertentangan dengan kebaikan itu dan semuanya itu adalah kuasa Allah. Dan sesungguhnya Allah berkehendak BUKAN DIPENGARUHI oleh doa manusia.
Allah yang memasukkan orang - oràng yang beriman kedalam surga sebagaimana pada ayat diatas, dengan kata lain Allah dengan sengaja  menjadikan orang tertentu beriman atau tidak dan berbuat baik atau berbuat buruk atas kehendaknya tanpa dipengaruhi atau campur tangan SIAPAPUN. 
Amal ibadah manusia itu tidak mempengaruhi keputusan Allah. Allah telah merencanakannya  dari awal tapi manusia tidak mau membaca (BELAJAR), itulah sebab yang membuat manusia itu di hukum karena ia tidak mau menyadari bahwa ini semua adalah atas kehendak Allah.
dan pada ayat yang lain disebut kan juga : surat al fath ayat 11 
Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
berdasar kan ayat ini Allah berkehendak sesuai dengan kehendaknya sendiri meletakkan kebaikan atau keburukan terhadap seseorang. 
Bagi orang yang berzikir atu mengingat Allah, tentunya memiliki kesempatan untuk berkomunikasi atau berdoa kepada Allah dan dapat melihat tanda-tanda atau petunjuk dari Allah sehingga apapun kehendak Allah dapat disikapi dengan bijaksana.
Sedangkan secara umum (bagi yang  tidak berzikir). Mereka menerima apapun yang ditetapkan allah dengan mengeluh atau tidak bersyukur tanpa memahami hikmahnya. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada ingatan kepada Allah atau zikrullah.
dan ayat ini disebut kan juga pada surat yunus  ayat 107. 
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kembali di tegaskan di sini bahwa Allah tidak memperdulikan apa yang kita lakukan. makanya kita tak perlu iri atau heran kepada orang-orang yang berbuat keburukan tapi diberi Allah juga sesuatu dan ini berbeda dengan pembalasan di hari akhir atau akhirat.
Dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan duniawi. Bahwa Allah berkehendak sesuai dengan kemauannya bukan karena amal baik atau buruk. Dan semua itu pada hakikatnya adalah pelajaran yang baik bagi orang islam yang mau mempelajari lebih mendalam (secara tauhid).

Billahi Taufiq walhidayah, Wassalamu'alaikum warahmatullohi Wabarakatuh
Wallohua'lam Bissowab

No comments:

Post a Comment