// ini script tambahan // batas akhir script tambahan Tujuan Utama: Islam - Iman - Ihsan : part 2
Kebijakan Blog TU ~~ Disclaimer Blog TU


Terimakasih telah mengunjungi blog Tujuan Utama. Untuk Saran dan ide, kirim ke : blog.tujuanutama@gmail.com --Baca dan ikuti artikel - artikel seputar Islam & Organisasi. Semoga bermanfaat"
Quote today : Jiwa-jiwa yang patuh pada Tuhannya, adalah jiwa-jiwa yang selalu mengakui bahwa apapun yang telah dilakukan adalah atas kehendak Nya, bukan karena kemampuan sendiri
SELAMAT DATANG DI BLOG TUJUAN UTAMA


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Kepada seluruh pengunjung / pembaca, mohon berikan "vote" teman-teman semua JIKA artikel pada blog memang bermanfaat, sehingga saya dapat merespon artikel apa yang paling disukai.

Selaku admin blog TU, saya memohon maaf kepada semua pengunjung / pembaca blog TU jika pada isi / konten blog ini terdapat ungkapan yang menyinggung atau menghina pihak tertentu.

UNTUK COPY PASTE POSTING TERTENTU, SAMPAIKAN MELALUI KOTAK CHATTING DI SEBELAH KIRI DARI BLOG INI

Islam - Iman - Ihsan : part 2

Islam memiliki hukum yang disebut hukum Syari'at, dimana hukum tersebut bersumber dari Alqur'an dan hadits dan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Islam dapat diibaratkan sebagai "tubuh manusia secara utuh" atau alam fana ini (dunia). Maka sesuai dengan istilahnya, orang yang menganut agama Islam disebut "Muslim". Dengan demikian kita sama-sama mengetahui bahwa menjadi seorang muslim adalah awal dari pelajaran untuk menuju kepada Allah, Tuhan pencipta seluruh alam.
Pada tingkatan dasar ini, manusia masih memulai dalam belajar apa itu agama Islam dan semua hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Manusia belum memiliki perbedaan yang signifikan dengan kaum atau golongan non muslim. Kenapa demikian ? karena dalam tingkatan ini, manusia masih dalam tahap pembelajaran dan belum memahami secara menyeluruh mengenai Islam.
Ketika pembelajaran mengenai Islam semakin dalam dan intens, maka secara pemahaman, seorang muslim telah masuk ke dalam tingkatan yang lebih baik, yaitu Iman yang dapat diibaratkan sebagai "Ruh" dan manusianya disebut "Mu'min". Seorang Mu'min memiliki ciri yang dapat ditandai dengan bagaimana pelaksanaan ibadah dari orang tersebut. Seorang mu'min tidak sekedar melaksanakan ibadah tapi juga telah memahami apa yang dilaksanakannya.
Kondisi seseorang yang telah naik menjadi "Mu'min" tidaklah mudah untuk ditandai secara pasti. Hal ini disebabkan bahwa keimanan manusia kepada Allah sangat erat kaitannya dengan hati manusia yang tidak terlihat secara kasat mata. Penilaian apakah seseorang telah beriman atau belum, ditentukan oleh Allah SWT bukan manusiaMaka sebagai manusia, marilah kita berdo'a kepada Allah semoga dapat mencapai tingkatan ini secara sempurna sesuai ketentuan Allah. Dalam hal ini, biasanya ditandai dengan petunjuk-petunjuk (hidayah) yang diterima oleh orang-orang yang telah mendapat pangkat "Mu'min".
Pada tingkatan yang paling tinggi, yaitu Ihsan, manusia memiliki kemungkinan yang sangat minim untuk dapat meraihnya. Bukan berarti tidak ada kemungkinan. Semua tergantung niat dan usaha.
Tingkatan ini adalah tingkatan para Rasul, Nabi dan Wali Allah. Sebagaimana kita tahu, Nabi dan Rasul telah ditutup oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad. Maka kemungkinan manusia untuk mencapai tingkatan ini ada pada level Wali Allah. Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi Wali Allah. Karena Wali Allah juga orang-orang yang sudah ditentukan Allah SWT. Kabar baiknya adalah belum ada hadits yang menyatakan siapa penutup kewalian sebagaimana kenabian. Maka mari kita berdoa dan berusaha untuk dapat mencapai tingkatan tertinggi ini.
Bersambung............. part 3 (selesai)

No comments:

Post a Comment

Supported by :

Mediora