// ini script tambahan // batas akhir script tambahan Tujuan Utama: Niat - Inti dari perbuatan
Kebijakan Blog TU ~~ Disclaimer Blog TU


Terimakasih telah mengunjungi blog Tujuan Utama. Untuk Saran dan ide, kirim ke : blog.tujuanutama@gmail.com --Baca dan ikuti artikel - artikel seputar Islam & Organisasi. Semoga bermanfaat"
Quote today : Jiwa-jiwa yang patuh pada Tuhannya, adalah jiwa-jiwa yang selalu mengakui bahwa apapun yang telah dilakukan adalah atas kehendak Nya, bukan karena kemampuan sendiri
SELAMAT DATANG DI BLOG TUJUAN UTAMA


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Kepada seluruh pengunjung / pembaca, mohon berikan "vote" teman-teman semua JIKA artikel pada blog memang bermanfaat, sehingga saya dapat merespon artikel apa yang paling disukai.

Selaku admin blog TU, saya memohon maaf kepada semua pengunjung / pembaca blog TU jika pada isi / konten blog ini terdapat ungkapan yang menyinggung atau menghina pihak tertentu.

UNTUK COPY PASTE POSTING TERTENTU, SAMPAIKAN MELALUI KOTAK CHATTING DI SEBELAH KIRI DARI BLOG INI

Niat - Inti dari perbuatan

Sesungguhnya apapun perbuatan manusia, itu tergantung dari NIATnya. Hal tersebut dinyatakan pada hadits di bawah dimana Allah menilai perbuatan manusia melalui NIAT pelakunya.

Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu'anhu beliau mengatakan : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan NIAT. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan." (HR. Bukhari [Kitab Bad'i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907]).

Dalam ayat Alqur'an disebutkan : "maka apakah mereka tidak (sadar) berjalan di muka bumi, lalu bukankah mereka mempunyai hati yang dapat memahami? atau mereka mempunyai telinga dimana mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada". Al-Hajj:46

Ayat di atas menjelaskan bahwa, kebanyakan manusia yang hidup saat ini tidak sadar atau " lupa diri " bahwa manusia hidup dan mati di atas bumi ciptaan Allah tapi manusia berbuat maksiat dan tidak bersyukur. Manusia seringkali berbuat dengan niat bukan karena Allah. Maka siksa Allah yang sering tidak disadari manusia adalah Allah membutakan hati manusia, sehingga tidak dapat menerima petunjuk (semoga Allah melindungi kita semua, khususnya penulis dan para pembaca artikel ini). Wajar saja hal tersebut tidak disadari, karena tidak merasa sakit atau kesusahan secara langsung. Padahal siksa ini yang sangat mengerikan dan membuat kecelakaan besar pada manusia ketika menghadap Allah.

Keterangan diatas ditegaskan dengan keras pada ayat berikut : "Sesungguhnya telah kami sediakan untuk penghuni neraka itu banyak jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi mereka tidak mempergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, menghayati tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat Allah. Mereka tidak ubahnya seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka orang-orang yang alpa." Al-A'raf:179

Pada zaman Rasulullah, beberapa orang yang dekat dengan beliau, ikut dalam barisan untuk berperang, tapi mereka tidak berani berada di depan, bahkan ada yang lari : "Mereka lebih senang berada bersama orang-orang yang ada di garis belakang, karena itu Tuhan menutup hati mereka, sehingga mereka tidak mengerti kebaikan beriman dan berjihad." At-Taubah:87

Lebih dasyat lagi, Allah tidak hanya menutup hati, tapi juga membuat tuli terhadap manusia yang berbuat dengan niat yang selain Allah : "Begitu pula kami membuat hati mereka tertutup, dan menyumbat telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya. Al-Isra:46

Dalam kesempatan ini, penulis mengajak semua, khususnya para pembaca untuk menyadari bahwa siksa terberat pada saat hidup adalah TIDAK MENDAPAT PETUNJUK DARI ALLAH atau MENGALAMI KESESATAN ketika masih hidup. Maka mari kita bersama-sama berbuat dengan niat karena Allah dan menggunakan akal dan panca indera yang telah diberikan Allah kepada manusia untuk dapat merenungkan begitu banyaknya nikmat yang telah kita rasakan dan banyak bersyukur kepada Nya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. Qaf:37

Demikian pengajian edisi minggu ini (20 Maret 2014). Semoga dapat memberikan pemahaman kepada kita semua bahwa siksa yang paling mengerikan adalah MENGALAMI KESESATAN selama hidup di dunia.

Wassalam

No comments:

Post a Comment

Supported by :

Mediora